Senin, 14 Desember 2015
Tata Sukarta ,Ketua KTNA Kabupaten Bogor "Curhat" Kepada Bupati Bogor
Komite Tani Nelayan Andalan(KTNA) Kabupaten Bogor melalui ketua nya,Tata Sukarta menyampaikan permasalahan yang menjadi polemik pertanian kepada Bupati Bogor,Hj.Nurhayanti, yang dalam acara pembukaan mimbar sarasehan. Ada beberapa poin yang disampaikan yang bertempat di aula kantor BKP5K Kabupaten Bogor, pada Selasa, (15/12) "Kami ingin curhat bahwa para petani membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor seperti petani membutuhkan air karena bila air tidak ada pertanian akan mati, benih yang unggul,pupuk bersubsidi dan juga permodalan,"pintanya.
Menanggapi permasalahan tersebut Bupati Bogor sangat menyambut kegiatan mimbar sarasehan tersebut, karena butuh sinegritas yang kuat antara para petani dan juga Pemerintah Daerah untuk membangun pertanian di Kabupaten Bogor. "Pemerintah Kabupaten Bogor dalam RPJMD sampai tahun 2018,memasukan dua indicator pada bidang pertanian dalam 25 penciri Kabupaten termaju yaitu produksi benih bersertifikat di hasilkan di Kabupaten Bogor dan hasil produksi ikan konsumsi dan non konsumsi tertinggi di Indonesia,inilah Bukti Pemerintah sangat memperhatikan sektor pertanian,"Ungkapnya.
Menjawab permasalahan air yang di katakan oleh ketua KTNA, Bupati menjanjikan segera berkoordinasi dengan Kemen-PU untuk membangun waduk cijurai di wilayah cariu, karena pertanian di wilayah timur merupakan tadah hujan hanya satu kali panen sehingga perlu ada peningkatan panen bila ada waduk selanjut Pemerintah juga akan memperbaiki saluran irigasi dan juga normalisasi setu. "Pemasalahan air segera kita atas secara bertahap dan juga berkesinambungan dengan membuat waduk,perbaikkan irigasi dan normalisasi setu,"Jawabnya.
Terkait dengan permasalahan Benih dan juga ia berharap benih pertanian di Kabupaten Bogor bersertifikat agar tidak mengambil benih dari luar sehingga para petani mendapatkan harga yang murah untuk benih dan pupuk,maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan serius melakukan pembinaan proses pertanian hingga pembinihan dengan secara optimal dari hulu ke hilir. "Saya ini hasil benih pertanian di Kabupaten Bogor bersertifikat sesuai dengan Indicator Kabupaten Terrmaju,maka Pemkab Bogor akan terus bersinergi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) agar apa yang di harapkan bisa tercapai,"Tegasnya.
Pada bidang permodalan Nurhayanti pun akan mengaet pihak swasta terutama bank untuk meningkatkan keberpihakannya kepada usaha sektor pertanian dalam menyediakan permodalan,sehingga para petani dan pelaku usaha tani memperoleh kesempatan lebih terbuka untuk meningkatkan usahanya. Pada kesempatan tersebut dihadiri sekitar 2600 kelompok tani dan turut hadir pula Kepala BP5K,Kadistanhut, Kadis Pertanian dan Perikanan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar