Rabu, 26 Agustus 2015

Dua Jurnalis Televisi AS Tewas Ditembak Saat Siaran Langsung


WASHINGTON DC, PAJAR.— Dua jurnalis televisi Amerika Serikat tewas ketika seorang pria bersenjata menembaki mereka saat tengah memberikan laporan langsung di sebuah pusat perbelanjaan di Virginia. Demikian informasi yang disampaikan manajemen CBS News, Rabu (26/8/2015) pagi waktu setempat.

Seorang jurnalis dan juru kamera stasiun televisi WDBJ, yang berafiliasi dengan CBS, tewas saat tengah melakukan wawancara di Smith Mountain Lake, Moneta, Virginia.

Teriakan terdengar ketika kamera televisi terlihat jatuh ke tanah dan siaran langsung dihentikan, lalu dialihkan ke studio yang menunjukkan seorang pembawa acara perempuan hanya bisa duduk dan terdiam.

Manajemen CBS News kemudian mengabarkan bahwa kedua korban yang tewas adalah reporter Alison Parker dan juru kamera Adam Ward.

Kantor Sheriff Franklin County mengatakan kepada Sky News bahwa tersangka pelaku penembakan diduga sudah mengincar para kru media itu sejak pukul 06.45 waktu setempat. Hingga kini, aparat keamanan Virginia masih mengejar pelaku yang melarikan diri setelah melakukan aksinya.(KOMPAS,COM)

Selasa, 18 Agustus 2015

MA. Rojak Mahar Politik Picu Korupsi



PAJAR, Ciampea: Praktek Mahar dari calon kepala daerah kepada Partai  Politik diindikasikan akan terjadinya banyak kasus korupsi yang akan menjerat kepala daerah setelah terpilih dan mendorongnya mencari cara agar balik modal. 

 “Fenomena banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus hukumitu kan di sebabkan biaya politik dan kampanye mereka yang melalui batas kewajaran.," Ujar MA Rojak mantan Ketua  PAC  PDI Perjuangan Kecamatan Ciampea.

Lebih lanjut Rojak memgatakan Ketika dana kampanye melampaui batas kewajaran yang begitu besar, Maka tak heran jika kepala daerah yang terpilih kejar setoran mencari uang dengan berbagai cara agar kembali modal, Bukan kah sebaiknya setiap partai mempunyai kader yang dibentuk dan di bina oleh partai dan di seleksi internal partai sehingga setiap partai akan mempunyai calonnya dan tidak ada biaya mahar yang selama ini membentuk kepala daerah mengejar setoran “tegasnya

Menurut MA Rojak digelarnya Pilkada serentak di tahun 2015 ini adalah agar tercipta pemimpin pemimpin daerah yang lebih baik dari sebelumnya, Maka proses pencalonnanya pun harus lebih baik pula

Salahsatu tujuan pilkada serentak ini ingin melahirkan kepala daerah yang Integritas,Komitmen tinggi untuk membuat daerahnya maju dan yang paling penting mempunyai integritas hal hal yang diluar masalah hukam  “tandasnya



Rabu, 12 Agustus 2015

Iyud Tayudin : Anak Pekerja Keras Menjadi Kepala Desa


Leuwiliang,PAJAR= Lahir dan dibesarkan di keluarga miskin, membentuk karakter Iyud Tayudin  menjadi sosok pekerja keras dan pantang menyerah. Sejak kecil ia sudah harus melakoni pekerjaan yang semestinya dikerjakan orang dewasa. Sejak Sekolah Dasar (Yudie  sapaan akrabnya ) kecil sudah membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai kuli angkut bata sulitnya bukan main.

 Praktis, hari berganti hari hanya berkutat pada upaya bertahan hidup (struggle for life), alih-alih menyusun perencanaan masa depan bagi anak-anaknya. Saat itu, masa depan bagi Iyud Tayudin adalah gambaran akan kegetiran hidup yang siap mencengkram di masa depan.


Pernah jadi kenek angkot tutur Yudie seraya menerawang, saat menceritakan kisah hidupnya ke wartawan Pajajaran Raya Memasuki bangku SMP, Yudie tumbuh menjadi pemuda usia belasan yang berbadan kekar. Dengan postur kekar dan kuat, sudah tentu sangat menguntungkan. Dengan begitu, ia merasa lebih percaya diri melakukan pekerjaan-pekerjaan lebih berat. Pekerjaan lebih berat tentu penghasilannya lebih besar, begitu fikirannya muda saat itu. Pada usia setamparan anak SMP, menjadi kuli angkut, kuli bangunan, dan melakoni pekerjaan orang dewasa lainnya.

"SAYA TIDAK MENYESAL TERLAHIR DAN DIBESARKAN DARI KELUARGA YANG MISKIN" seloroh Yudie  sambil mengenang masa lalunya. Sebagai anak dari keluarga miskin di desa terpencil, dirinya  tidak pernah merasa risih apalagi gengsi melakukan pekerjaan yang menurut orang lain adalah pekerjaan kasar. Semua pekerjaan ini dilakoni hingga Yudie menamatkan bangku SMA Kornita Kampus IPB

Dari pengalaman hidup yang demikian berat dan menantang, sosok Yudie terbentuk menjadi pribadi yang tidak gamang menghadapi masa kini dan kikuk menatap masa depan.
"SAYA SELALU BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK DIMANAPUN SAYA BERADA",
tuturnya. Di ruangan kelas, meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja di luar jam sekolah, saya tidak pernah tinggal kelas berprinsip, biarpun anak desa, tetapi harus selalu tampil beda, demikian semboyannya yang diulang berkali-kali selama perbincangan itu. Selepas SMA, mulai menggeluti sebagai sopir truck,karena kepawaiannya bergaul ahir nya saat desa Cibeber Dua melaksanakan pemilihan kepala desa
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Tak ada yang bisa menduga nasib seseorang. Kalau , Yudie berketetapan hati melangkah menuju kursi Kepala desa Cibeber dua ,Dan berhasil menduduki kursi kepala desa tentu hal tersebut merupakan pilihan dan tekadnya. Baginya, ia merasa sudah waktunya untuk mengabdikan diri pada masyarakat.(KW)