Jumat, 19 Juni 2015

Sepakat Amankan Kesucian Bulan Suci Ramadhan Polisi Gencarkan Razia Miras


CIBUNGBULANG - Sedikitnya 1550 botol minuman keras (Miras) berbagai jenis dan merek, kembali dimusnahkan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cibungbulang, di halaman Kantor Kecamatan setempat, Selasa (16/6) pagi.
Miras itu sendiri merupakan hasil penyitaan yang dilakukan Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepolisian Sektor (Polsek) Cibungbulang, dari giat razia gabungan dari setiap kios penjual jamu maupun warung lainnya diseputaran wilayah kerjanya.
Pantauan PAJAR sendiri, miras-miras tersebut dimusnahkan dengan cara ditimbun didalam tanah sedalam satu meter dan langsung dilempari dengan batu oleh para Muspika hingga menutup lubang berisi miras tersebut.
Camat Cibungbulang, Setiawan mengatakan, langkah razia terhadap segala bentuk penyakit masyarakat (Pekat) akan intens dilakukan Unit Satpol PP dan Polsek Cibungbulang, mengingat waktu sudah mendekati bulan Puasa Ramadhan.
Tak hanya kios kelontong dan warung jamu di pinggir jalan, Camat juga menegaskan, razia akan dilakukan dengan menyasar sejumlah toko besar termasuk Minimarket yang ada di Cibungbulang..
“Saya juga sudah meminta kepada Kepala Desa untuk lebih pro aktif dalam menertibkan wilayahnya dari serangan miras yang tentunya sudah memberikan dampak negatif kepada mereka yang memimumnya,” papar Camat.
Hal senada juga di sampaikan Kapol­sek Cibungbulang, Kompol. Ronny Mardiatun, yang mengatakan, walaupun sudah berhasil memusnakan 1550 miras, namun ia bertekad untuk tetap melakukan razia secara terus menerus.
Hal ini, kata Kapolsek. demi terciptanya keamanan dan ketertiban di masyarakat, mengingat miras merupakan salah satu pemicunya gangguan kantibmas, juga sudah dinyatakan haram untuk diminum dalam Islam. “Pokoknya tak ada tempat bagi peredaran miras tak berizin diwilayah kami,” pungkasnya.
Selain menggelar razia, pihaknya juga akan memanfaatkan program Ngariung Bareng Polisi yang digelar secara rutin, untuk memberikan pemahaman kepada warga akan potensi dan bahaya kerawanan sosial yang bisa berdampak buruk terhadap ketertiban dan keamanan lingkungan.
“Dimana kami akan mensosialisasikan kepada para ketua RT dan RW agar mau melakukan pendataan pada kontrakan atau kos kosan untuk tertib adminitrasi, serta untuk mencegah masuknya kelompok teroris ISIS ke wilayah kami. Selanjutnya, kami terapkan program razia lainnya seperti razia petasan. Termasuk, nanti disetiap malam menurunkan anggota untuk berpatroli di wilayah rawan, guna mencegah aksi balapan liar yang di lakukan anak muda saat menjelang buka puasa maupun saur,” bebernya.
Sementara itu, langkah serupa juga dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ciawi yang berhasil ‘menciduk’ 101 botol miras dan ratusan petasan dalam razia gabungan bersama Unit Pol PP setempat, Selasa (16/6).
Operasi itu sengaja dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan suci ramadhan. Razia tersebut terus digencarkan di beberapa titik lokasi rawan peredaran miras dan pedagang petasan di wilayah hukum kerjanya.
“Kami melaksanakan operasi razia ini, sesuai perintah dari Kapolres Bogor untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat mendekati bulan suci ramadhan,” ujar AKP Muhtarom, Wakapolsek Ciawi kepada Wartawan
Menurut Wakapolsek lagi. masyarakat khususnya para generasi muda dihimbau agar mencegah miras dan narkoba karena bisa merusak moral dan masa depan bangsa.
“Dari hasil rajia ini, kami berhasil mengamankan 101 botol miras berbagai merk yakni intisari, anggur merah, vodka, wiski, ciu dan miras kemasan pelastik dibeberapa titik lokasi diwilayah Ciawi,” tegasnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, keberadaan miras ini, jangan pernah mencoba-coba mengonsumsi, karena dampaknya bisa kecanduan dan berbahaya.
“Bagi masyarakat jangan segan-segan secepatnya melaporkan apabila di lingkungannya ada peredaran miras dan narkoba. Kalau terbukti kami akan langsung mengambil tindakan tegas. Apalagi menjelang bulan suci Ramadan termasuk Idul Fitri nanti, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat harus benar-benar terjaga,” ungkap AKP Mutharom/JEF/ALI

Senin, 15 Juni 2015

Pelantikan Ketua RW Dan RT Desa Ciampea Kabupaten Bogor




Ciampea,PAJAR ==Bertempat di Balai Desa Ciampea, Kepala desa Ciampea Jaja . melantik  delapan Ketua RW dan tiga puluh empat  Ketua RT yang baru untuk masa jabatan 5 tahun terhitung mulai 17 julii 2015 hingga 16 Juli i 2021 Pembaharuan Ketua RT dan RW dimaksudkan untuk mengefektifkan dan efisiensi Birokrasi di desa Ciampea  Kecamatan  Ciampea Kabupaten Bogor .
Dalam sambutannya Kepala desa Ciampea berpesan kepada para Ketua RT dan RW yang baru agar lebih meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat  sehingga warga dapat terlayani dengan sebaik-baiknya, mari melayani dengan hati untuk kedepan dan menjalankan tugas yang telah dipercayakan masyarakat dengan sebaik baiknya dengan penuh tanggung jawab” újar nya
Lebih lanjut Rico sapaan akrab kades mengatakan,kepada yang dilantik harus menjalankan tugas dengan baik  karena RW dan RT merupakan ujung tombak pemerintahan,serta mendukung program pemerintah terkait menjaga keamanan dan kebersihan juga kerukunan umat beragama
Pelantikan ini  dimaksudkan agar para ketua RT mauppun Ketua RW untuk lebih mengefektifkan pelayanan serta koordinasi di setiap wilayah sehingga rentang kendali dari pemerintah Desa menjdi lebih singkat.
 Hadir pada kesempatan ini dari pihak kecamatan yang diwakili oleh.Kapolsek Ciampea dIwakili Banbinkamtibmas Brigadir Oka   Ketua BPD Sutisna  beserta pengurus.Ketua LPM Baejuri,ibu ibi PKK dan para kader Posyandu,Tokoh masyarakat dan Agama, serta para generasi muda yg ada di desa Ciampea
Sambutan Sutisna ketua BPD,BPD Mmenjadi salah satu pilar penting dalam pemerintahan Desa Kami Badan permusyawaratan Desa ( BPD ) selalu bermesraan dengan kepala Desa serta lembaga Desa lainya, ini sebagai langkah dalam meningkatkan kualitas serta kapabilitas pemerintahan desa itu sendiri anggota-bpd-harus-selalu-mesra-dengan-kepala-desa dan mendukung apa yg menjadi program yang telah kami musyawarahkan.



Minggu, 07 Juni 2015

Jalan Rusak Parah, Warga dan Ormas Tawuran




.

CIBUNGBULANG – Aksi demo tujuh organisasi kepemudaan yakni KNPI Kecamatan Pamijahan, SRMI, FMB, Aliansi PRB, LBH Suara Keadilan, Maha siswa Stait Modern Sahid Bogor, FKPM, didukung KKSU 54 Leuwiliang – Parabakti atas nama warga Cibungbulang dan Pamijahan di Jalan Raya KH. Abdul Hamid, Kampung Bantar Karet, Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, berakhir ricuh, Jumat (5/6).
Mereka bentrok dengan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), yang datang tiba-tiba menggunakan dua mobil dan langsung membubarkan massa. Tak ayal, adu mulut hingga baku hantam pun tak terindahkan.
Padahal, demo itu sendiri sebenarnya berjalan damai dengan menggelar aksi mancing dikubangan besar yang ada tepat ditengah jalan serta sempat menanam pohon pisang sebagai aksi protes mereka yang menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera membenahi jalanan yang rusak parah.
Dalam 3 menit pertama disaat aksi demo pemblokiran jalan berlangsung, manakala ketujuh organisasi kepemudaan yang berjumlah lebih dari 30 orang itu berdiri bersama ditengah jalan sambil memegang spanduk berisi yel-yel agar Pemerintah Kabupaten memperbaiki jalan yang rusak, Sontak, muncul GMBI beserta ratusan anggotanya, langsung merangsek dan meminta aksi demo tersebut, bubar.
Suasana demo yang tadinya panas, semakin bertambah memanas dan tegang, bahkan nyaris baku hantam adu jotos diantara kedua belah pihak, lantaran kalah Kuat, GMBI berhasil memukul mundur para pendemo, berikut keteganganpun bisa diredam oleh sejumlah aparat dari Polsek Cibungbulang dan Koramil yang terjun kelokasi.

Sedangkan, ketujuh organisasi pendemo yang dipukul mundur tersebut, terus saja meneriakan yel yel nya agar jalan dan gorong gorong di jalan Abdul Hamid Kampung Bantar Karet tersebut yang rusak, bisa cepat diperbaiki Pemkab Bogor demi kepentingan masyarakat banyak.

Dilokasi demo, GMBI mengklaim, bahwa Aksi demo yang digelar oleh ketujuh organisasi tersebut, menyalahi aturan dan tidak berizin, serta mengganggu arus lalu lintas dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang berlalu lalang. Karena, semestinya Demo dilakukan di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, bukan ditengah jalan mengganggu orang banyak.

Sambas Alamsyah, ketua Dpd LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor, mengatakan, demo yang dilakukan oleh pengurus KNPI Pamijahan Buchori Muslim Cs tersebut, dinilainya kampungan, norak, tidak sesuai aturan, malah bersifat provokatif, tidak elegan, pencitraan, dan mengganggu kenyamanan masyarakat pengendara yang lalu lalang, serta aksi demonya juga tidak mengantongi izin resmi, hanya bersifat lisan saja.
“Kenapa kami Bubarkan ?, ya karena aksi demo yang dilakukan oleh beberapa kelompok organisasi kepemudaan yang mengaku menyuarakan aspirasi masyarakat tersebut, kami nilai tidak sesuai aturan, diantaranya mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang berlalu lintas, tidak mengantungi izin resmi, demo, mereka salah tempat, bahkan memprovokatif,” sebutnya.

Padahal menurutnya, seharusnya pendemo tahu, bahwa persiapan perbaikan jalan raya Abdul Hamid di Kampung Bantar karet itu sudah akan diperbaiki, dimana batu pasir dan split untuk perbaikannya sudah diturunkan dekat jalan yang rusak.
“Lah, kok kelompok pendemo itu malah tidak jeli menyikapinya, inikan namanya mengganggu, apalagi demo yang dilakukan menjelang waktu mendekati bulan puasa. Ini benar benar tidak tahu atituted,” geram Sambas kepada PaJar, dilokasi bentrokan.

Ditambahkan Sambas, pembubaran aksi demo yang dilakukan pihaknya, adalah sebagai bentuk pembelajaran, agar demo yang dilakukan Buchori Muslim CS, nantinya mau mematuhi aturan yang berlaku dan bukan semena mena mengganggu kenyamanan hajat orang banyak.

Sementara itu, Buchori Muslim, ketua KNPI Kecamatan Pamijahan, selaku Kordinator aksi demo pemblokiran jalan tersebut, mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh LSM GMBI membubarkan aksi demonya, adalah sebagai bentuk penyerangan. Dan pihaknya akan mengupayakan masalah penyerangan tersebut ke meja hukum.

“Aksi Kami ini adalah menyuarakan hati nurani dan jeritanan masyarakat kecil kok, demo inipun secara lisan sudah saya sampaikan ke Kapolsek yang hanya berlangsung 10 menit saja. Kok...tiba tiba kami diserang, ini premanisme, kami akan tempuh melalui jalur hukum...kami tidak terima !!.”keluh Buchori.

Masih kata Buchori Muslim, demo yang dilakukan kelompoknya merupakan bentuk keluhan dan aspirasi masyarakat Cibungbulang dan Pamijahan. Ya wajar dong kami sebagai pemuda adalah penyambung lidah masyarakat, terutama bagi masyarakat pengendara yang tidak nyaman dengan rusaknya jalan Raya Abdul Hamid ini.

“Jalan dan gorong gorong nya rusak parah membentuk lubang dalam, sering menyebabkan kecelakaan bagi para pengendara yang lewat, begitupun air dari saluran Drainase tersebut kini mengalir kemana mana, ini sangat membahayakan, masa sih, kami berdemo untuk menyuarakan kepentingan rakyat, kok malah kagak boleh sih. Nah kalau kami diminta demo ke Kabupaten, ya kami juga meminta adanya dukungan dari pihak GMBI untuk mau membantu berdemo ke Pemda Bogor. Kami terbuka kok atas bantuannya.”bebernya.=KW//JEF