PAMIJAHAN - Puluhan warga petani tambak ikan yang tersebar dibeberapa kampung di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, menuntut pihak Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) bertanggung jawab.Desakan ini menyeruak setelah matinya 150 ton ikan yang disebabkan oleh keruhnya air Sungai Cianteun masuk ke tambak (empang) akibat longsoran tanah Gunung yang dibelah untuk kegiatan usaha produksi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro diwilayah tersebut.
Warga juga menuding, penyebab longsor diwilayahnya itu, didasari oleh kerusakan lingkungan, mengingat bukit yang sebelum adanya PLTM, masih dirasakan aman, namun setelah 4 tahun pembangkit listrik itu membuka area, gunung dipapas, hingga berubah memiliki kemiringan dinding hingga 45 derajat.
“Kami akan menuntut ganti rugi kepada PLTM yang sudah menyebabkan bukit longsor dan mencemari sungai, sehingga membuat semua ikan ikan ditambak warga, mati.” kata Aep Ketua RW 11, kepada PAKAR, Senin (23/11).
Menurut Aep, diwilayahnya ada sekitar 31 kolam dengan total ikan siap panen sebanyak 61,5 ton, namun sekarang semuanya mati. Maka warga petani ikan pun merugi. “Pokoknya keinginan warga akan menuntut dan mengajukan ganti rugi ke PLTM terhadap 18 pemilik,” desaknya.
Nata, mantan ketua RT, mengaku Kampung Muara 1 sudah tidak bisa lagi dihuni sambungnya, warga dan dirinya siap direlokasi ketempat yang lebih aman. “Kami siap direlokasi, asalkan tempatnya aman,” harapnya.
Sementara itu, jumlah jiwa yang sudah mengungsi dari lokasi bencana yang berhasil dicatat oleh pemerintah Desa Cibunian sebanyak 192 jiwa atau sekitar 52 Kepala Keluarga. Begitupun jumlah rumah yang sudah ditinggal penghuninya dilokasi bencana sebanyak 55 rumah, berikut rumah milik keluarga emis, keluarga Endi dan Keluarga emul yang hilang tergerus longsor.
“Sedangkan untuk rumah yang alami rusak diwilayah RT 2/RW 1 sebanyak 17 dan untuk rusak ringan 18 rumah, berikut kerugian lainnya yaitu sepeda Motor milik keluarga Emis turut raib. Termasuk secara keseluruhan jumlah ikan ditambak yang mati yaitu 150 ton.”Terang Odih Suparta, sekretaris Desa Cibunian.=JEF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar