Kamis, 26 Maret 2015

Redaksi Majalah Pajajaran Raya



Diterbitkan oleh : CV. Utama Pajajaran

Akta Notaris No : 02 tanggal  3 Mei 2012
Oleh Notaris : Qurbahnum, SH
SIUP :  No.02271/10-20/BH/PK/PO/2012

Hghgjjhghgghghjghjgjhgjhgfghjghgg

Penasehat :

Endang Suryana

Dewan Redaksi


Kasdi Weno     Budi         Firrel.R        Deden

Penanggung Jawab/Pemred

          Kasdi Weno

                                                   Wakil Pemred

Daday Marta Atmaja

Pemimpin Umum

Budi Siswanto

Pimpinan Perusahaan

Deden Swispawijaya

Redaktur Senior

Hj. Yulia Sativa


Redaktur Pelaksana  
   Hassanudin

Bendahara

Euis Siti Aisyah

Staf Redaksi

Aman Erianto
Dicky Andhika Junior
Kartobi (Obi)  

Perwakilan ;
DKI Jakarta :  Niken Andonrani Jawa Barat : Mustofa Kamal,
Banten : Supriatna

Biro

Bogor Kota : Cepy Hamzah (Ka Biro),Sugeng (Wkl Biro),Nurfitria.Bogor Barat: Dody Ganda Saputra (Ka Biro),Hassanudin (Wkl Biro) Agus,Ade M.Ali,Yanwar. Bogor Timur:  Depok : Akhmad Surfi (Ka Biro), Slamet  Bekasi :  (Ka Biro), Karawang :  Deni Wijaya (Ka Biro), Cianjur : Suhendar (Ka Biro), Mahmud, Kota Bandung : Asep Herly HM (Ka Biro)Kab Bandung : Yogi Nanta (Ka Biro), Garut : Jani Abdullah (Ka Biro), Ciamis :Jajat J (Ka Biro), Tasikmalaya : Endang Ruhimat  (Ka Biro)Jakarta Pusat : Stiwi Idris (Ka Biro), Sebastian Idris, Lebak : Daden (Ka Biro), Tangsel : Indra (Ka Biro), Samsu Tanggerang : Lili Rusli (Ka Biro), Rahman Serang : Mamat (Ka Biro) Pandeglang : M Idrus (Ka Biro)
Jalan Letnan Sukarna No 28  Ciampea Bogor
Jawa Barat


Minggu, 22 Maret 2015

SMPN 1 Nanggung DidugaTidak Transfaran


Nanggung, PAJAR.= Berawal laporan pengaduan yang di layangkan lewat sms yang mengaku guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Nanggung Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, yang merasa muak terhadap prilaku kesombongan seorang kepala sekolah serta buruknya sistem managemen keuangan yang tidak transfaran.

Menurutnya, laporan pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana bantuan dari pemerintah yang dibuatnya pun di duga kuat fiktip. Contoh bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari Provinsi sebesar Rp. 30 juta ditambah 100 juta dan bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor sebesar Rp. 95 juta, yang tidak jelas dialokasikan kemana. Begitu juga Swakelola bantuan rehabilitas sekolah Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014 sebesar Rp. 135 juta tidak melibatkan komite. Namun dikerjakan oleh pihak ketiga atau diborongkan kepada rekanan.

Kepsek selalu ngumpet diruangan guru setiap ada wartawan maupun LSM yang ingin menemuinya. Harapannya;ada penegoran agar memperbaiki sistem managemen yang sehat mengenai pengeluaran anggaran di SMPN 1 Nanggung. Karena dikhawatirkan menjadi masalah yang besar yang berujung, citra sekolahan ini yang terkena dampak negaifnya. Ujarnya

Untuk mengetahui kebenarannya mengenai pengaduan tersebut, kemarin (13/3) AJAR bertandang sekolah SMPN I Nanggung menemui Dra. Suprapti Spd sebagai Kepala Sekolah. Namun ketika kami menyalami dan masuk ke ruangan guru telihat Suprapti yang berada diruangan tersebut nampak tegang dan berpura-pura sibuk dan langsung keluar ruangan tanpa berkomentar apapun.

Salah satu guru yang berada diruangan menghampiri tetapi tidak mau berkomentar dan katanya nanti juga anda tau sendiri dengan ;nada kecil dengan rasa ketakutan serta diakhiri dengan senyuman oleh para guru.

Sikap Suprapti sangat di sayangkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknik Kurikulum XXI Kecamatan Nanggung, Edi Mulyadi, Sp.d, MM. Seharusnya Kepsek, welcome terhadap tamu siapapun yang datang ke SMPN 1 Nanggung. Apa lagi wartawan sebagai mitra kerja pemerintah. Karena tugas wartawan adalah orang yang mencari, membuat dan menyampaikan berita juga sebagai sosial kontrol masyarakat.

Mengenai laporan ia akan mencoba mendatang ke SMPN 1 Nanggung sebagaimana informasi tersebut. Namun tidak menjamin ketika ia datang, Kepsek mau menerimanya secara terbuka. Sebab sementa ini SMP apalagi SMA pertanggungjawabannya langsung ke Dinas Pendidikan. Yang terpenting ia akan mencoba meluruskan terlebih dahulu. Tetapi kalau emang informasi ini benar adanya, ia pun akan melaporkannya ke Disdik. **NAfIs




Cantiknya Sepatu Rajutan Produksi Gie Shop.

Sepatu Rajutan Produksi Gie Shop


B0GOR, PAJAR = Di Batas Kota Bogor bagian utara , terdapat home induatri perajutan,Tepatnya di Tanah Baru Blog G 4/3  Kecamatan Bogor Utara. Nama industri perajut ini adalah Gie Shop
Egie Sugiwati, pemilik industri rajutan ini mengatakan sejak buka usaha pada Maret 2012 lalu, sudah ada  perajut yang bergabung. bukan merupakan warga setempat melainkan dari berbagai tempat namun mempunyai kemampuan merajut dan ingin bergabung dengan usaha ini.
Egie Sugiwati

Menurut Egie sapaan akrabnya, proses membuat sepatu rajutan ini dimulai dengan melakukan pemotongan sol sepatu yang disesuaikan dengan ukuran. Setelah pas ukurannya lalu dilem dengan alas sepatu yang terbuat dari spon atau calv.

Setelah bagian bawah sepatu jadi, maka bagian perajut untuk mengerjakan rajutannya sesuai dengan model dan ukuran alas. Hasil rajutan lalu dijahitkan pada alas sepatu. Tak lupa, beberapa aksesoris atau pemanis lainnya dipasangkan pada bagian muka atau atas sepatu.

Bahan baku sepatu rajutan ini yaitu benang, sol, dan spon ini didapatkan dari Bogor atau Jakarta. Tidak ada kendala dalam pemenuhan bahan baku ini karena selain sudah tersedia, proses permintaan bahan baku dan pengiriman pun diurus oleh pihak penyedia bahan yang sudah bekerjasama sejak awal mula usaha ini berdiri.

Harga jual sepatu Gie Shop bervariasi. Sepatu anak-anak dijual Rp150.000-Rp 250.000, sepatu dewasa dijual dari Rp250.000 hingga Rp500.000. Harga jual tergantung dari model. Model yang paling banyak disukai adalah model sepatu boot yang bisa dijual hingga Rp750.000.

Saat ini Produk rajutan Gie Shop dijual ke konsumen yang datang langsung ke tempat produksi. Selain itu, juga banyak diminati para reseller yang menjualnya di butik atau toko mereka ataupun dijual langsung ke perorangan.

Sepatu Gie Shop dapat dijumpai di pusat  kerajinan Kota Bogor Botani Square P.2 juga di Showroom Jalan Binamarga atau toko khusus produk industri kecil dan menengah. Namun sepatu ini masih belum banyak dijual di pasaran, karena masih sedikitnya jumlah perajut sehingga kapasitas produksinya masih terbatas.

Selain sepatu, Gie Shop juga membuat barang lainnya seperti dompet, tas, dan aksesoris. Namun barang-barang ini biasanya hanya maklun saja alias mengerjakan orderan dari pihak lain dengan ketentuan spesipikasi dan standar barang. Untuk dompet, Gie Shop saat ini sedang mengerjakan 1.000 pieces yang akan disetorkan kepada suatu pabrik di Jakarta. Dompet ini akan dijual lagi ke Amerika dan Swiss.(KW)

Senin, 16 Maret 2015

Gubernur Lantik Nurhayanti Jadi Bupati Bogor

           Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher)                                                  melantik Nurhayati  menjadi Bupati Bogor


















































—“ Sejarah terukir di Kabupaten Bogor. Untuk kali pertama, seorang srikandi asal Jasinga memimpin kabupaten dengan penduduk terbesar di Jawa Barat. Hj. Nurhayanti, di gedung Sate Bandung hari ini pukul 10.00 WIB diambil sumpahnya oleh Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai Bupati Bogor”

 BANDUNG,PAJAR— Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik Nurhayati (sebelumnya Plt Bupati Bogor) menjadi Bupati Bogor sisa masa jabatan tahun 2013-2018, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin (16/3/2015).

Pelantikan Nurhayati didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Dalam Negeri Nomor 131.32-526 Tahun 2015 tanggal 10 Maret 2015 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Bogor Provinsi Jawa Barat.Ahmad Heryawan atau Aher berharap dengan jabatan baru tersebut Nurhayati dapat membawa Kabupaten Bogor menghadapi persaingan sumber daya manusianya di era globalisasi saat ini.

"Saya kira prioritasnya tetap, ke depan bagaimana pun persaingan regional dan global adalah persaingan SDM. Jadi untuk Jabar dan Kabupaten Bogor tetap pendidikan, kesehatan harus kita dahulukan SDM," katanya.

Dikatakan, jika sumber daya manusianya telah sehat dan terdidik maka akan berdampak positif pada daya beli masyarakatnya."Unesco pernah merilis sebuah survei jadi kalau kemudian disatukan pengaruh pendidikan dan kesehatan untuk daya beli maka indeks pendidikan dan kesehatan bisa mencapai 0,98, hampir satu. Indeks tertinggi satu," kata Aher.Selain hal tersebut, lanjut Aher, pihaknya juga berharap Nurhayati bisa membangunan sektor infrastruktur, pertanian dan industri di wilayah tersebut menjadi lebih maju lagi.

"Tekanan di bidang industri karena Kabupaten Bogor daerah industri. Supaya industrinya ramah lingkungan bermanfaat bagi masyarakat.”"Saya telah melaksanakan sebagai Plt Bupati Bogor, kita tetap mengawal sesuai visi bersama yang sudah kita tetapkan dengan pak Rachmat Yasin. Jadi Mudah-mudahan seluruh program bisa tercapai di 2018 nanti," katanya.


Dirinya menyebut beberapa program yang akan dikerjakan selama menjabat sebagai Bupati Bogor dan program paling utama ialah menjadikan kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia."Untuk merealisasikan itu tentu?indeks kesehatan dan indeks pendidikan yang paling prioritas. Itu harus ditingkatkan. Termasuk indeks daya beli danmeningkatkan sumber daya manusia sesuai dengan kemampuannya," ujarnya.

Dikatakan, selama tidak ada Rachmat Yasin, dirinya menyebut pelayanan terus berjalan dengan baik dan tidak bekerja sendiri."Karena selain dibantu oleh pihak terkait kami juga terus menjalin koordinasi dengan pengusaha , elemen masyarakat seperti tokoh agama, pemuda, LSM tokoh perempuan. Kita lakukan sinergi bersama untuk mengawal kinerja pemerintah," tambah Nurhayati.



Wanita asal Jasinga yang terkenal dengan slogannya On The Track yang akrab disapa Yanti ini selalu mengingatkan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bogor untuk bekerja di dalam jalur yang benar (On The Track). "Saya selalu mengatakan agar semua SKPD bekerja sesuai aturan untuk menghindari adanya persoalan hukum di kemudian hari," kata Yanti kepada wartawan dalam berbagai kesempatan. Kini, setelah dilantik, Bupati Yanti dihadapkan pada kenyataan untuk mewujudkan visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Wawan Setiawan Haryono menjelaskan, setiap tahunnya, Pemkab membuat target yang terencana sehingga visi Kabupaten Bogor dapat diimplementasikan
“Insya Allah, semua yang ditarget dalam penciri bisa dicapai akhir masa jabatan nantinya. Kami dari bidang ekonomi khususnya terus berkoordinasi dengan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah-red.) untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku, Kabupaten Bogor sudah termasuk tertinggi di Indonesia. Pada kondisi awal 2013, baru mencapai Rp 109, 670 triliun. Namun pada 2014 mengalami peningkatan, menjadi sebesar Rp 123,554 trilyun.

“Hal ini menjadikan Kabupaten Bogor masuk dalam peringkat 5 nasional. Untuk Jawa Barat, kita posisi kedua setelah Kabupaten Bekasi. Dan secara target pada tahun lalu, tepatnya kita ingin target PDRB di posisi 110 sampai 130 trilyun berhasil diraih. Tinggal tahun 2015 kita naikknya berada di kisaran 110 hingga 140 trilyun,” jelas Wawan.

Pada posisi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), saat ini, Kabupaten Bogor sudah melebihi provinsi dan nasional. “Sebenarnya targetnya di akhir 2018 sudah melebihi LPE provinsi Jawa Barat dan nasional. Namun per tahun 2014, kita sudah lebih tinggi dibanding nasional dan provinsi,” ungkapnya.

Tahun lalu, LPE Kabupaten Bogor sebesar 6,01 persen. Sementara LPE Jawa Barat sebesar 5,07 persen dan nasional 5,02 persen. Selain itu, Kabupaten Bogor juga patut diacungi jempol untuk capaian penyediaan listrik perdesaan. Tahun 2014, Rasio Elektrifikasi (RE) Kabupaten Bogor mencapai 91,04 persen. Angka ini berada di atas Jawa Barat sebesar 75 persen dan RE nasional yang masih 65 persen.
Dengan capaian ini, kata Wawan lagi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.014.350 Sambungan Rumah (SR) sudah teraliri listrik. Dan sisnyanya tinggal 99.873 SR yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah-red.) untuk dituntaskan.

Selanjutnya, dari target pelayanan perizinan berstandar ISO, Kabupaten Bogor sudah memcapai 28 izin yang berstandar mutu internasional. Tahun 2015, Pemkab menargetkan 30 jenis perizinan yang diupayakan untuk ditingkatkan standar perizinannya. Pemkab juga mengupayakan terbangunnya pasar di setiap kecamatan.

Hingga 2013 telah dibangun 24 pasar tradisional di 23 kecamatan dan 41 pasar desa di 24 kecamatan. Dengan demikian, 17 kecamatan belum memiliki pasar tradisional dan 16 kecamatan lainnya belum memiliki pasar desa. “Kalau secara keseluruhan masih terdapat 5 kecamatan lagi yang belum memiliki pasar tradisional maupun pasar desa,” sambungnya.

Kecamatan tersebut diantaranya Babakan Madang, Cijeruk, Kemang, Leuwisadeng, dan Tamansari. “Kita sedang usulkan untuk dibuatkan DED (Detail Engineering Design-red.),” ungkapnya. Pada kunjungan wisata, pada tahun 2014 lalu, jumlah kunjungan wisata tercatat 4.321.065 orang. Angka ini akan ditingkatkan pada tahun 2015 menjadi 4.991.407 wisatawan.

Pada sisi perikanan, Kabupaten Bogor pada tahun 2014 juga telah melewati target yang ditetapkan. Pada posisi produksi benih lele, Kabupaten Bogor menyumbang 1.755.826.300 ekor. “Kita menjadi penyumbang terbesar untuk produksi benih lele di Jawa Barat yang totalnya mencapai 4.027.318.040 ekor,” jelasnya.

Dari sisi benih ikan lele, Kabupaten Bogor mampu menghasilkan 233.261 RE (Ribu Ekor) dan prodiksi nebih ikan air tawar sebesar 2.980.010 RE. Sehingga bila ditotal produksi benih ikan mencapai 3.213.271 RE. “Kita berhasil mencapai 104,17 persen dari target 2014,” ucap Wawan.
Ada sejumlah kecamatan yang difokuskan untuk pengembangan benih ikan hias dan ikan air tawar, diantaranya Ciseeng, Parung, Kemang dan Gunung Sindur (Minapolitan), Cibinong, Bojonggede, Ciawi, Cibungbulang, Dramaga, Pamijahan dan Rumpin. Dilanjutkan Wawan, pengembangan pertanian menjadi salah satu fokus dalam upaya swasembada pangan.
Sampai dengan tahun 2013, luasan areal sawah di Kabupaten Bogor mencapai 45.214 hektar. Bila sampai 2018 mendatang, luasan ini tetap dijhaga, maka kebutuhan padi unggul bersertifikat bisa mencapai 1.130,35 ton. “Kita sih berharap bisa memenuhi secara bertahap hasil produksi lokal sebanyak 1.194 ton, setara dengan 380 hektar penangkaran padi,” ungkapnya. 

Pemkab Bogor akan mengambil langkah fasilitasi swasembada diantaranya pengembangan penangkar benih padi, pengadaan alat pasca panen, serta hibah penangkar benih padi. Tahun 2014, total produksi benih padi mencapai 107,50 ton atau sekitar 94,30 persen dari target

Biodata
Nama Lengkap : Hj. Nurhayanti, SH., MH., M.Si.
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor 26 Oktober 1955
Nama Suami : H. D. Darwin Sarmedi
Nama Anak : 1. Noor Aldy Firmansyah
2. Andri Adryansyah
Alamat : Jalan Rahayu, No. 1, RT 001/ RW 009,
Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas,
Kabupaten Bogor
Pendidikan :
• SD Negeri 6 Bogor (1967)
• SMP Negeri 2 Bogor (1970)
• SMEA Negeri Bogor (1973)
• S1 Hukum Pidana Universitas Pakuan (1991)
• S2 Managemen STIE/IPWI (1997)
• S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2000)
Karir :
• Pjs Kasubag Perundang-undangan pada Setda Kabupaten Bogor (1984)
• Kasubag Perundang-undangan dan Penelaahan Hukum (1990)
• Pj. Kabag Hukum pada Setda Kabupaten Bogor (1993)
• Pj. Kabag Keuangan pada Setda Kabupaten Bogor (1995)
• Kabag Perekonomian pada Setda Kabupaten Bogor (1999)
• Pj. Kepala Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor (2000)
• Kasubdin Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2001)
• Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2002)
• Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2005)
• Kepala Badan Pengawasan Daerah (2007)
• Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor (2009)
• Wakil Bupati Bogor (2013)
• Plt Bupati Bogor (2014)
• Bupati Bogor (Maret 2015


 
 Optimis 25 Penciri Termaju Terwujud, Siap Kawal 25 Penciri

Adang Suptandar
Sekda Kabupaten Bogor
                        
Kami atas nama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor mengucapkan selamat atas pelantikan Bu Nurhayanti sebagai Bupati Bogor sisa masa jabatan 2013-2018. Ini merupakan pekerjaan berat dan tanpa ada keinginan kuat tentu mustahil diwujudkan. Saya sebagai koordinator semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mengawal agar apa yang dicita-citakan bisa terwujud melalui 25 penciri kabupaten termaju. Dan tentunya OPD sudah punya tugas pokok dan fungsi masing-masing yang sudah direncanakan sejak awal untuk dilaksanakan dan tetap dilakukan evaluasi.



Bangga Dipimpin Perempuan


Baehaki


Saya sebagai salah seorang camat merasa bangga bahwa pemimpin kita adalah seorang perempuan dan bisa melanjutkan kepemimpinan Bapak Rachmat Yasin. Apalagi, Bu Yanti adalah birokrat murni. Kami bangga tentu dan akan mendorong melalui implementasi program yang baik di lapangan supaya penciri termaju bisa diwujudkan.


 

Saya Yakin Ibu Yanti Bisa

Ade Munawaroh Yasin

 
Saya ucapkan selamat kepada Bu Nurhayanti sudah menjadi Bupati definitif dalam memimpin Kabupaten Bogor. Saya rasa beliau mampu memimpin karena selama 30 tahun hidupnya mengabdi di Kabupaten Bogor sebagai birokrat.
Saya juga berpikir siapapun wakilnya nanti, baik perempuan, tentu baik. Gak ada yang membedakan pria dan wanita. Hanya pada kodrat-nya saja yang berbeda. Insya Allah, akan bermanfaat bagi pembangunan. Yang penting mau dan bisa bekerja.


Semua Stakeholders Harus Mendukung 

Radjab Tampubolon
Yang pertama kita ucapkan selamat kepada Ibu Nurhayanti atas pelantikannya mengisi sisa masa jabatan Bupati Bogor hingga 2018 mendatang. Kita berdoa dan memberikan harapan agar beliau kuat, sehat dan konsisten membangun Kabupaten Bogor, kita dari BUMD khususnya Prayoga Pertambangan dan Energi akan selalu berada bersama Beliau mengembangkan potensi dan menyediakan infrastruktur dasar untuk pembangunan Kabupaten Bogor.
Kita juga yakin dengan kepemimpinan Bu Yanti dan dibantu aparat pemerintah, masyarakat, media, LSM dan akademisi, khususnya pengusaha, bisa bahu-membahu membantu beliau membangun kabupaten ini sehingga cita-cita menjadikan kabupaten termaju bisa tercapai. Pokoknya semua Stakeholders harus mendukung beliau
Kita berharap semua dinas juga bisa bahu-membahu, jangan menunggu perintah, miliki kreatifitas bangun masing-masing sektor dan koordinasi karena ini menjadi tugas besar dan berat. Bu Yanti perlu dibantu oleh wakil bupati dan mudah-mudahan beliau bisa temukan wakil yang selaras yang yakin bisa sevisi.