Jumat, 08 April 2016
Nekat Blokir Jalan, Pedemo Galuga Ditahan
CIBUNGBULANG – Permasalahan TPA Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, bak bola salju dan terus menimbulkan polemik. Warga Kampung Cijujung, Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang pun terus menyerukan ganti rugi akibat pencemaran air lindi yang sudah merusak 20 hektare lahan persawahan dan lingkungan warga. Sampai-sampai pedemo nekat memblokir jalan hingga ditahan Polsek Dramaga.
Kemarin, untuk kali ketiga warga Cijujung menghadang laju truk sampah. Kali ini aksi tersebut digelar di depan pintu masuk Kampus IPB Dramaga sekitar pukul 09:00 WIB. Namun lantaran dianggap mengganggu ketertiban dan akses umum, aksi tersebut dibubarkan anggota Polsek Dramaga.
Ketika memblokade pedemo, sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas. Akhirnya puluhan truk sampah kembali lewat dan aksi tersebut kembali dilakukan hingga pukul 15:00 WIB dengan damai tanpa penghentian truk sampah. “Agar kericuhan tidak meluas, akhirnya salah satu koordinator aksi Nanang digiring ke Mapolsek Dramaga,” kata AKP Sarifudin Gayo kepada Metropolitan.
Sebelum berunjuk rasa, Gayo mengaku telah memberikan arahan kepada pedemo agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Namun, massa nekat memblokir jalan. “Kalau aksi tersebut sudah berizin ya silakan saja. Akan tetapi tidak boleh mengganggu ketertiban dan keamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Forum Silaturahmi Warga Sekitar TPA Galuga (Fosga) Nanang Hidayat mengatakan, aksi tersebut masih tetap sama. Warga menuntut ganti rugi lahan pertanian yang tercemar akibat dampak air lindi Galuga. “Ada 20 hektare lahan pertanian milik warga Desa Galuga, Cijujung dan Dukuh yang tercemar. Akibatnya, mereka pun merugi,” bebernya.
Menurut dia, sesuai perjanjian antara Pemkot dan Pemkab Bogor Nomor 658.1/2/PRJN/KS/2011 dan 658.1/PERJ.199-DKP/2011 tentang Perpanjangan Kerja Sama Pengelolaan TPA Galuga telah berakhir pada 31 Desember 2015. Namun hingga saat ini pengiriman sampah ke Galuga masih terus berjalan. (ads/b/feb/py)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar