Selasa, 29 Desember 2015

Luar Biasa, Ibu Ibu Kampung Ciangsana Desa Cibeber 2 Bangun jalan

LEUWILIANG - Puluhan Ibu rumah tangga (IRT), warga Kampung Angsana 2, RT 4/RW 7, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, sejak Jumat (18/12) lalu, turun tangan langsung ikut berjibaku membangun jalan lingkungan di kampung tempat tinggal mereka sejarak kurang lebih 900 meter. 
Dibantu suami dan anak mereka, ke-45 ibu-ibu ini terlihat begitu bersemangat bergotong-royong mengangkut bahan material seperti pasir, batu split, semen sebagai bentuk apresiasi dan dukungan yang mereka berikan meski melalui tenaga. Apalagi mengingat kampung tinggal mereka jarang tersentuh pembangunan, mau tak mau semua wargaa serentak siap singsingan lengan mensukseskan pembangunan.
Epon (33) ibu rumah tangga yang terlibat gotong royong memanggul material Pasir dan batu split untuk kebutuhan pembangunan jalan lingkungan dikampungnya itu mengatakan, keterlibatan tenaga mereka tersebut, agar pengecoran jalan lingkungannya bisa cepat selesai.
“Cape ya cape sih, tapi kalau para ibu ibunya gak turun tangan ikut kerjabakti, pasti 
Pengecoran jalan dilingkungan tempat tinggal kami ini bisa lama dong selesainya,” kata Epon, kepada PAKAR, Senin (21/12).
Epon mewakili puluhan ibu ibu warga Kampung Angsana 2, mengaku senang kini jalan lingkungan menuju kampung tinggal mereka sudah diperbaiki, terlebih tidak licin berlumpur pada saat musim hujang Desember ini.
“Lama juga sih, hampir sepuluh tahun jalan lingkungan di kampung kami ini tidak pernah diperbaiki apalagi tersentuh pembangunan dari pemerintah. Nah setelah ini selesai, selanjutnya kami berharap rumah rumah warga yang tidak layak huni juga bisa mendapat bantuan saluran progam RTLH,” harapnya.
Ketua RT 4/RW 7 Asman, menjelaskan, kegiatan kerja bakti gotong-royong yang melibatkan para ibu-ibu diwilayahnya, memang sering berlangsung. “Mulai dari gotong royong membersihkan rumput dan semak yang sudah menutupi badan jalan lingkungan, ikut membantu memasak untuk tetangga yang sedang hajatan, kemudian membetulkan saluran air pancuran untuk kebutuhan mandi dan cuci, semua ibu ibu dikampung kami memang pada kompak,” kata Asman.
Lebih lanjut dibeberkan Asman, mengingat target pekerjaan jalan lingkungannya harus dua minggu ini selesai, bukan saja ibu-ibu dan suaminya saja yang disertakan berggotong-royong. “Termasuk semua anak anak warga turut berjibaku. Nah untuk mengatur supaya para ibu ibunya tidak kelelahan, kami buatkan jadwal, dimana setiap hari jumlah ibu ibunya sebanyak 6 orang ditambah tenaga suami dan anak anaknya,” bebernya.
Dengan terealisasinya pembangunan jalan lingkungan tersebut, sambung Asman, warga merasa bersyukur, sebab sudah bertahun tahun diajukan tidak pernah terlaksana. “Makanya semua warga siap berswadaya, baik tenaga maupun lainnya sejak hari jumat lalu. Sementara bahan materialnya langsung dikirim oleh pemerintah Desa. Setelah pekerjaan ini selesai, kami berharap ada 10 unit rumah warga yang tidak layak huni, sekiranya bisa mendapat bantuan RTLH ditahun 2016 mendatang dari Pemkab Bogor serta rehab Mushola,” tandasnya.=JEF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar