|
CIBUNGBULANG – Aksi demo tujuh organisasi kepemudaan yakni KNPI
Kecamatan Pamijahan, SRMI, FMB, Aliansi PRB, LBH Suara Keadilan, Maha siswa
Stait Modern Sahid Bogor, FKPM, didukung KKSU 54 Leuwiliang – Parabakti atas
nama warga Cibungbulang dan Pamijahan di Jalan Raya KH. Abdul Hamid, Kampung
Bantar Karet, Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, berakhir ricuh, Jumat
(5/6).
Mereka bentrok dengan salah satu organisasi
masyarakat (Ormas) dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), yang
datang tiba-tiba menggunakan dua mobil dan langsung membubarkan massa. Tak
ayal, adu mulut hingga baku hantam pun tak terindahkan.
Padahal, demo itu sendiri sebenarnya berjalan damai dengan menggelar aksi
mancing dikubangan besar yang ada tepat ditengah jalan serta sempat menanam
pohon pisang sebagai aksi protes mereka yang menuntut agar Pemerintah
Kabupaten Bogor segera membenahi jalanan yang rusak parah.
Dalam 3 menit pertama disaat aksi demo pemblokiran jalan berlangsung,
manakala ketujuh organisasi kepemudaan yang berjumlah lebih dari 30 orang itu
berdiri bersama ditengah jalan sambil memegang spanduk berisi yel-yel agar
Pemerintah Kabupaten memperbaiki jalan yang rusak, Sontak, muncul GMBI
beserta ratusan anggotanya, langsung merangsek dan meminta aksi demo
tersebut, bubar.
Suasana demo yang tadinya panas, semakin bertambah
memanas dan tegang, bahkan nyaris baku hantam adu jotos diantara kedua belah
pihak, lantaran kalah Kuat, GMBI berhasil memukul mundur para pendemo,
berikut keteganganpun bisa diredam oleh sejumlah aparat dari Polsek
Cibungbulang dan Koramil yang terjun kelokasi.
Sedangkan, ketujuh organisasi pendemo yang dipukul mundur tersebut, terus
saja meneriakan yel yel nya agar jalan dan gorong gorong di jalan Abdul Hamid
Kampung Bantar Karet tersebut yang rusak, bisa cepat diperbaiki Pemkab Bogor
demi kepentingan masyarakat banyak.
Dilokasi demo, GMBI mengklaim, bahwa Aksi demo yang digelar oleh ketujuh
organisasi tersebut, menyalahi aturan dan tidak berizin, serta mengganggu
arus lalu lintas dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang berlalu lalang.
Karena, semestinya Demo dilakukan di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten
Bogor, bukan ditengah jalan mengganggu orang banyak.

Sambas Alamsyah, ketua Dpd LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI)
Kabupaten Bogor, mengatakan, demo yang dilakukan oleh pengurus KNPI Pamijahan
Buchori Muslim Cs tersebut, dinilainya kampungan, norak, tidak sesuai aturan,
malah bersifat provokatif, tidak elegan, pencitraan, dan mengganggu
kenyamanan masyarakat pengendara yang lalu lalang, serta aksi demonya juga
tidak mengantongi izin resmi, hanya bersifat lisan saja.
“Kenapa kami Bubarkan ?, ya karena aksi demo yang dilakukan oleh beberapa
kelompok organisasi kepemudaan yang mengaku menyuarakan aspirasi masyarakat
tersebut, kami nilai tidak sesuai aturan, diantaranya mengganggu kenyamanan
masyarakat yang sedang berlalu lintas, tidak mengantungi izin resmi, demo,
mereka salah tempat, bahkan memprovokatif,” sebutnya.
Padahal menurutnya, seharusnya pendemo tahu, bahwa persiapan perbaikan jalan
raya Abdul Hamid di Kampung Bantar karet itu sudah akan diperbaiki, dimana
batu pasir dan split untuk perbaikannya sudah diturunkan dekat jalan yang
rusak.
“Lah, kok kelompok pendemo itu malah tidak jeli menyikapinya, inikan namanya
mengganggu, apalagi demo yang dilakukan menjelang waktu mendekati bulan
puasa. Ini benar benar tidak tahu atituted,” geram Sambas kepada PaJar,
dilokasi bentrokan.
Ditambahkan Sambas, pembubaran aksi demo yang dilakukan pihaknya, adalah
sebagai bentuk pembelajaran, agar demo yang dilakukan Buchori Muslim CS,
nantinya mau mematuhi aturan yang berlaku dan bukan semena mena mengganggu
kenyamanan hajat orang banyak.
Sementara itu, Buchori Muslim, ketua KNPI Kecamatan Pamijahan, selaku
Kordinator aksi demo pemblokiran jalan tersebut, mengatakan, apa yang sudah
dilakukan oleh LSM GMBI membubarkan aksi demonya, adalah sebagai bentuk
penyerangan. Dan pihaknya akan mengupayakan masalah penyerangan tersebut ke
meja hukum.
“Aksi Kami ini adalah menyuarakan hati nurani dan jeritanan masyarakat kecil
kok, demo inipun secara lisan sudah saya sampaikan ke Kapolsek yang hanya
berlangsung 10 menit saja. Kok...tiba tiba kami diserang, ini premanisme,
kami akan tempuh melalui jalur hukum...kami tidak terima !!.”keluh Buchori.
Masih kata Buchori Muslim, demo yang dilakukan kelompoknya merupakan bentuk
keluhan dan aspirasi masyarakat Cibungbulang dan Pamijahan. Ya wajar dong
kami sebagai pemuda adalah penyambung lidah masyarakat, terutama bagi
masyarakat pengendara yang tidak nyaman dengan rusaknya jalan Raya Abdul
Hamid ini.
“Jalan dan gorong gorong nya rusak parah membentuk lubang dalam, sering
menyebabkan kecelakaan bagi para pengendara yang lewat, begitupun air dari
saluran Drainase tersebut kini mengalir kemana mana, ini sangat membahayakan,
masa sih, kami berdemo untuk menyuarakan kepentingan rakyat, kok malah kagak
boleh sih. Nah kalau kami diminta demo ke Kabupaten, ya kami juga meminta
adanya dukungan dari pihak GMBI untuk mau membantu berdemo ke Pemda Bogor.
Kami terbuka kok atas bantuannya.”bebernya.=KW//JEF
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar