Minggu, 07 Juni 2015

Jalan Rusak Parah, Warga dan Ormas Tawuran




.

CIBUNGBULANG – Aksi demo tujuh organisasi kepemudaan yakni KNPI Kecamatan Pamijahan, SRMI, FMB, Aliansi PRB, LBH Suara Keadilan, Maha siswa Stait Modern Sahid Bogor, FKPM, didukung KKSU 54 Leuwiliang – Parabakti atas nama warga Cibungbulang dan Pamijahan di Jalan Raya KH. Abdul Hamid, Kampung Bantar Karet, Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, berakhir ricuh, Jumat (5/6).
Mereka bentrok dengan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), yang datang tiba-tiba menggunakan dua mobil dan langsung membubarkan massa. Tak ayal, adu mulut hingga baku hantam pun tak terindahkan.
Padahal, demo itu sendiri sebenarnya berjalan damai dengan menggelar aksi mancing dikubangan besar yang ada tepat ditengah jalan serta sempat menanam pohon pisang sebagai aksi protes mereka yang menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera membenahi jalanan yang rusak parah.
Dalam 3 menit pertama disaat aksi demo pemblokiran jalan berlangsung, manakala ketujuh organisasi kepemudaan yang berjumlah lebih dari 30 orang itu berdiri bersama ditengah jalan sambil memegang spanduk berisi yel-yel agar Pemerintah Kabupaten memperbaiki jalan yang rusak, Sontak, muncul GMBI beserta ratusan anggotanya, langsung merangsek dan meminta aksi demo tersebut, bubar.
Suasana demo yang tadinya panas, semakin bertambah memanas dan tegang, bahkan nyaris baku hantam adu jotos diantara kedua belah pihak, lantaran kalah Kuat, GMBI berhasil memukul mundur para pendemo, berikut keteganganpun bisa diredam oleh sejumlah aparat dari Polsek Cibungbulang dan Koramil yang terjun kelokasi.

Sedangkan, ketujuh organisasi pendemo yang dipukul mundur tersebut, terus saja meneriakan yel yel nya agar jalan dan gorong gorong di jalan Abdul Hamid Kampung Bantar Karet tersebut yang rusak, bisa cepat diperbaiki Pemkab Bogor demi kepentingan masyarakat banyak.

Dilokasi demo, GMBI mengklaim, bahwa Aksi demo yang digelar oleh ketujuh organisasi tersebut, menyalahi aturan dan tidak berizin, serta mengganggu arus lalu lintas dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang berlalu lalang. Karena, semestinya Demo dilakukan di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, bukan ditengah jalan mengganggu orang banyak.

Sambas Alamsyah, ketua Dpd LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor, mengatakan, demo yang dilakukan oleh pengurus KNPI Pamijahan Buchori Muslim Cs tersebut, dinilainya kampungan, norak, tidak sesuai aturan, malah bersifat provokatif, tidak elegan, pencitraan, dan mengganggu kenyamanan masyarakat pengendara yang lalu lalang, serta aksi demonya juga tidak mengantongi izin resmi, hanya bersifat lisan saja.
“Kenapa kami Bubarkan ?, ya karena aksi demo yang dilakukan oleh beberapa kelompok organisasi kepemudaan yang mengaku menyuarakan aspirasi masyarakat tersebut, kami nilai tidak sesuai aturan, diantaranya mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang berlalu lintas, tidak mengantungi izin resmi, demo, mereka salah tempat, bahkan memprovokatif,” sebutnya.

Padahal menurutnya, seharusnya pendemo tahu, bahwa persiapan perbaikan jalan raya Abdul Hamid di Kampung Bantar karet itu sudah akan diperbaiki, dimana batu pasir dan split untuk perbaikannya sudah diturunkan dekat jalan yang rusak.
“Lah, kok kelompok pendemo itu malah tidak jeli menyikapinya, inikan namanya mengganggu, apalagi demo yang dilakukan menjelang waktu mendekati bulan puasa. Ini benar benar tidak tahu atituted,” geram Sambas kepada PaJar, dilokasi bentrokan.

Ditambahkan Sambas, pembubaran aksi demo yang dilakukan pihaknya, adalah sebagai bentuk pembelajaran, agar demo yang dilakukan Buchori Muslim CS, nantinya mau mematuhi aturan yang berlaku dan bukan semena mena mengganggu kenyamanan hajat orang banyak.

Sementara itu, Buchori Muslim, ketua KNPI Kecamatan Pamijahan, selaku Kordinator aksi demo pemblokiran jalan tersebut, mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh LSM GMBI membubarkan aksi demonya, adalah sebagai bentuk penyerangan. Dan pihaknya akan mengupayakan masalah penyerangan tersebut ke meja hukum.

“Aksi Kami ini adalah menyuarakan hati nurani dan jeritanan masyarakat kecil kok, demo inipun secara lisan sudah saya sampaikan ke Kapolsek yang hanya berlangsung 10 menit saja. Kok...tiba tiba kami diserang, ini premanisme, kami akan tempuh melalui jalur hukum...kami tidak terima !!.”keluh Buchori.

Masih kata Buchori Muslim, demo yang dilakukan kelompoknya merupakan bentuk keluhan dan aspirasi masyarakat Cibungbulang dan Pamijahan. Ya wajar dong kami sebagai pemuda adalah penyambung lidah masyarakat, terutama bagi masyarakat pengendara yang tidak nyaman dengan rusaknya jalan Raya Abdul Hamid ini.

“Jalan dan gorong gorong nya rusak parah membentuk lubang dalam, sering menyebabkan kecelakaan bagi para pengendara yang lewat, begitupun air dari saluran Drainase tersebut kini mengalir kemana mana, ini sangat membahayakan, masa sih, kami berdemo untuk menyuarakan kepentingan rakyat, kok malah kagak boleh sih. Nah kalau kami diminta demo ke Kabupaten, ya kami juga meminta adanya dukungan dari pihak GMBI untuk mau membantu berdemo ke Pemda Bogor. Kami terbuka kok atas bantuannya.”bebernya.=KW//JEF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar