DRAMAGA ,PAJAR– Rencana proyek pembangunan jalan lingkar
Dramaga yang sudah digaungkan sejak tahun 2006, hingga saat ini belum juga
terealisasi. Padahal, anggaran untuk kegiatan ini, diklaim sejumlah pihak
terkait sudah tersedia.
Pembangunan jalan
lingkar Dramaga sendiri sedianya ditunjukan untuk mengurai kemacetan di Jalan
Raya Leuwiliang-Dramaga. Ruas alternatif ini sendiri diproyeksikan memiliki
panjang mencapai 7,5 kilometer dan akan melintasi empat desa, yakni Desa
Babakan, Dramaga, Ciherang dan Laladon.
Tak jelasnya
pelaksanaan pembangunan jalan ini membuat warga frustasi. Tak sedikit dari
mereka yang menuding, kinerja Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten
Bogor, selaku dinas yang memiliki peran dominan dalam proyek ini bergerakn
lambat seperti keong.
“Saat ini saya
dengan selentingan, bahwa ganjalan lambannya pekerjaan proyek jalan Lingkar
Laladon Dramaga, akibat perencanaan pada titik jalannya tidak lurus alias
berkelok-kelok. Sehingga akan memakan waktu lama. Kok bakal jalan berkelok saja
dijadikan alasan sih,” kesal Gunadi, Warga Kampung Ciherang, Desa Ciherang,
Kecamatan Dramaga, kepada PAJAR, Rabu (1/4).
Menurut dia, alasan
tersebut tidak masuk akal, karena mengingat acuan proyek jalan Lingkar Laladon
Dramaga ini, sudah muncul dan digadang gadang pada tahun 2006 silam. “Ini mah
Dinas-nya saja yang tidak serius melakukan pelaksanaannnya. Ditambah
perencanaan yang dibuat tidak profesional dan asal-asalan,” gusarnya.
Masih kata Gunadi,
atas nama warga, ia menilai, alasan alasan itu tidak masuk akal, sama saja DBMP
menghambat pembangunan. “Ini mah sama saja, DBMP Kabupaten Bogor sengaja
menghambat salah satu 25 Penciri Kabupaten yang di usung Bupati Bogor. Hj.
Nurhayanti. Artinya, Dinas tidak manut dan memasa bodohkan titah
Bupati.”Katanya.
Camat Dramaga,
Baehaki, menerangkan, Rabu (1/4) kemarin, bersama Kapolsek Dramaga, Syaifuddin
Gayo menyambangi kantor Dinas Binamarga guna mempertanyakan, hambatan
pembangunan Jalan Lingkar Dramaga Laladon.
“Saat saya datang ke Dinas Binamarga, Kepala Dinas tidak berada di tempat. Namun ia berjanji akan membahas masalah ini dengan Muspika Kecamatan Dramaga,” ungkapnya.
Padahal, maksud kedatangan Camat dan Kapolsek Dramaga, ke Kantor DBMP itu, sambungnya, untuk menanyakan soal perencanaan. “Ya itu tadi benar kata warga, jalan Lingkar Dramaga Laladon katanya tidak lurus alias berkelok-kelok. Jika benar ini alasannya, kenapa baru sekarang dilontarkan. Toh yang membuat konsep perencanaanya siapa. Untuk itu, secepatnya, kami akan bertemu Kepala Dinas, untuk membahasnya lebih lanjut,” tukasnya.
Sementara itu, Wasto Sumarno, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, asal Dapil IV menyatakan, jika kini alasan mandulnya pelaksanaan pembangunan jalan lingkar Dramaga-Laladon adalah disebabkan bakal Proyek Lingkar Dramaga Laladon tersebut adalah jalannya tidak lurus dan berkelok-kelok.
“Saya malah ketawa, soalnya siapa yang membuat dan bertanggung jawab soal perencanaannya. Kan lucu, sangat lucu sekali. Alasan tersebut tidak relevan dan terkesan dibuat buat,” pungkasnya.=JE
“Saat saya datang ke Dinas Binamarga, Kepala Dinas tidak berada di tempat. Namun ia berjanji akan membahas masalah ini dengan Muspika Kecamatan Dramaga,” ungkapnya.
Padahal, maksud kedatangan Camat dan Kapolsek Dramaga, ke Kantor DBMP itu, sambungnya, untuk menanyakan soal perencanaan. “Ya itu tadi benar kata warga, jalan Lingkar Dramaga Laladon katanya tidak lurus alias berkelok-kelok. Jika benar ini alasannya, kenapa baru sekarang dilontarkan. Toh yang membuat konsep perencanaanya siapa. Untuk itu, secepatnya, kami akan bertemu Kepala Dinas, untuk membahasnya lebih lanjut,” tukasnya.
Sementara itu, Wasto Sumarno, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, asal Dapil IV menyatakan, jika kini alasan mandulnya pelaksanaan pembangunan jalan lingkar Dramaga-Laladon adalah disebabkan bakal Proyek Lingkar Dramaga Laladon tersebut adalah jalannya tidak lurus dan berkelok-kelok.
“Saya malah ketawa, soalnya siapa yang membuat dan bertanggung jawab soal perencanaannya. Kan lucu, sangat lucu sekali. Alasan tersebut tidak relevan dan terkesan dibuat buat,” pungkasnya.=JE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar