![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik Nurhayati menjadi Bupati Bogor |
—“ Sejarah terukir di Kabupaten Bogor. Untuk kali pertama, seorang srikandi asal Jasinga memimpin kabupaten dengan penduduk terbesar di Jawa Barat. Hj. Nurhayanti, di gedung Sate Bandung hari ini pukul 10.00 WIB diambil sumpahnya oleh Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai Bupati Bogor”
BANDUNG,PAJAR— Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik Nurhayati (sebelumnya Plt Bupati Bogor) menjadi Bupati Bogor sisa masa jabatan tahun 2013-2018, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin (16/3/2015).
Pelantikan Nurhayati didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Dalam Negeri Nomor 131.32-526 Tahun 2015 tanggal 10 Maret 2015 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Bogor Provinsi Jawa Barat.Ahmad Heryawan atau Aher berharap dengan jabatan baru tersebut Nurhayati dapat membawa Kabupaten Bogor menghadapi persaingan sumber daya manusianya di era globalisasi saat ini.
"Saya kira prioritasnya tetap, ke depan bagaimana pun persaingan regional dan global adalah persaingan SDM. Jadi untuk Jabar dan Kabupaten Bogor tetap pendidikan, kesehatan harus kita dahulukan SDM," katanya.
Dikatakan, jika sumber daya manusianya telah sehat dan terdidik maka akan berdampak positif pada daya beli masyarakatnya."Unesco pernah merilis sebuah survei jadi kalau kemudian disatukan pengaruh pendidikan dan kesehatan untuk daya beli maka indeks pendidikan dan kesehatan bisa mencapai 0,98, hampir satu. Indeks tertinggi satu," kata Aher.Selain hal tersebut, lanjut Aher, pihaknya juga berharap Nurhayati bisa membangunan sektor infrastruktur, pertanian dan industri di wilayah tersebut menjadi lebih maju lagi.
"Tekanan di bidang industri karena Kabupaten Bogor daerah industri. Supaya industrinya ramah lingkungan bermanfaat bagi masyarakat.”"Saya telah melaksanakan sebagai Plt Bupati Bogor, kita tetap mengawal sesuai visi bersama yang sudah kita tetapkan dengan pak Rachmat Yasin. Jadi Mudah-mudahan seluruh program bisa tercapai di 2018 nanti," katanya.
Dirinya menyebut beberapa program yang akan dikerjakan selama menjabat sebagai Bupati Bogor dan program paling utama ialah menjadikan kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia."Untuk merealisasikan itu tentu?indeks kesehatan dan indeks pendidikan yang paling prioritas. Itu harus ditingkatkan. Termasuk indeks daya beli danmeningkatkan sumber daya manusia sesuai dengan kemampuannya," ujarnya.
Dikatakan, selama tidak ada Rachmat Yasin, dirinya menyebut pelayanan terus berjalan dengan baik dan tidak bekerja sendiri."Karena selain dibantu oleh pihak terkait kami juga terus menjalin koordinasi dengan pengusaha , elemen masyarakat seperti tokoh agama, pemuda, LSM tokoh perempuan. Kita lakukan sinergi bersama untuk mengawal kinerja pemerintah," tambah Nurhayati.
Wanita asal Jasinga yang terkenal
dengan slogannya On The Track yang akrab disapa Yanti ini selalu mengingatkan
pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bogor untuk
bekerja di dalam jalur yang benar (On The Track). "Saya selalu mengatakan
agar semua SKPD bekerja sesuai aturan untuk menghindari adanya persoalan hukum
di kemudian hari," kata Yanti kepada wartawan dalam berbagai kesempatan.
Kini, setelah dilantik, Bupati Yanti dihadapkan pada kenyataan untuk mewujudkan
visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.
Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi pada
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Wawan Setiawan
Haryono menjelaskan, setiap tahunnya, Pemkab membuat target yang terencana
sehingga visi Kabupaten Bogor dapat diimplementasikan
“Insya Allah, semua yang ditarget
dalam penciri bisa dicapai akhir masa jabatan nantinya. Kami dari bidang
ekonomi khususnya terus berkoordinasi dengan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat
Daerah-red.) untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku, Kabupaten Bogor sudah termasuk tertinggi di Indonesia. Pada kondisi awal 2013, baru mencapai Rp 109, 670 triliun. Namun pada 2014 mengalami peningkatan, menjadi sebesar Rp 123,554 trilyun.
Ia menjelaskan, dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku, Kabupaten Bogor sudah termasuk tertinggi di Indonesia. Pada kondisi awal 2013, baru mencapai Rp 109, 670 triliun. Namun pada 2014 mengalami peningkatan, menjadi sebesar Rp 123,554 trilyun.
“Hal ini menjadikan Kabupaten Bogor
masuk dalam peringkat 5 nasional. Untuk Jawa Barat, kita posisi kedua setelah
Kabupaten Bekasi. Dan secara target pada tahun lalu, tepatnya kita ingin target
PDRB di posisi 110 sampai 130 trilyun berhasil diraih. Tinggal tahun 2015 kita
naikknya berada di kisaran 110 hingga 140 trilyun,” jelas Wawan.
Pada posisi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), saat ini, Kabupaten Bogor sudah melebihi provinsi dan nasional. “Sebenarnya targetnya di akhir 2018 sudah melebihi LPE provinsi Jawa Barat dan nasional. Namun per tahun 2014, kita sudah lebih tinggi dibanding nasional dan provinsi,” ungkapnya.
Tahun lalu, LPE Kabupaten Bogor
sebesar 6,01 persen. Sementara LPE Jawa Barat sebesar 5,07 persen dan nasional
5,02 persen. Selain itu, Kabupaten Bogor juga patut diacungi jempol untuk
capaian penyediaan listrik perdesaan. Tahun 2014, Rasio Elektrifikasi (RE)
Kabupaten Bogor mencapai 91,04 persen. Angka ini berada di atas Jawa Barat
sebesar 75 persen dan RE nasional yang masih 65 persen.
Dengan capaian ini, kata Wawan lagi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.014.350 Sambungan Rumah (SR) sudah teraliri listrik. Dan sisnyanya tinggal 99.873 SR yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah-red.) untuk dituntaskan.
Dengan capaian ini, kata Wawan lagi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.014.350 Sambungan Rumah (SR) sudah teraliri listrik. Dan sisnyanya tinggal 99.873 SR yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah-red.) untuk dituntaskan.
Selanjutnya, dari target pelayanan
perizinan berstandar ISO, Kabupaten Bogor sudah memcapai 28 izin yang
berstandar mutu internasional. Tahun 2015, Pemkab menargetkan 30 jenis
perizinan yang diupayakan untuk ditingkatkan standar perizinannya. Pemkab juga
mengupayakan terbangunnya pasar di setiap kecamatan.
Hingga 2013 telah dibangun 24 pasar
tradisional di 23 kecamatan dan 41 pasar desa di 24 kecamatan. Dengan demikian,
17 kecamatan belum memiliki pasar tradisional dan 16 kecamatan lainnya belum
memiliki pasar desa. “Kalau secara keseluruhan masih terdapat 5 kecamatan lagi
yang belum memiliki pasar tradisional maupun pasar desa,” sambungnya.
Kecamatan tersebut diantaranya Babakan Madang, Cijeruk, Kemang, Leuwisadeng, dan Tamansari. “Kita sedang usulkan untuk dibuatkan DED (Detail Engineering Design-red.),” ungkapnya. Pada kunjungan wisata, pada tahun 2014 lalu, jumlah kunjungan wisata tercatat 4.321.065 orang. Angka ini akan ditingkatkan pada tahun 2015 menjadi 4.991.407 wisatawan.
Pada sisi perikanan, Kabupaten Bogor
pada tahun 2014 juga telah melewati target yang ditetapkan. Pada posisi
produksi benih lele, Kabupaten Bogor menyumbang 1.755.826.300 ekor. “Kita
menjadi penyumbang terbesar untuk produksi benih lele di Jawa Barat yang
totalnya mencapai 4.027.318.040 ekor,” jelasnya.
Dari sisi benih ikan lele, Kabupaten
Bogor mampu menghasilkan 233.261 RE (Ribu Ekor) dan prodiksi nebih ikan air
tawar sebesar 2.980.010 RE. Sehingga bila ditotal produksi benih ikan mencapai
3.213.271 RE. “Kita berhasil mencapai 104,17 persen dari target 2014,” ucap
Wawan.
Ada sejumlah kecamatan yang
difokuskan untuk pengembangan benih ikan hias dan ikan air tawar, diantaranya
Ciseeng, Parung, Kemang dan Gunung Sindur (Minapolitan), Cibinong, Bojonggede,
Ciawi, Cibungbulang, Dramaga, Pamijahan dan Rumpin. Dilanjutkan Wawan,
pengembangan pertanian menjadi salah satu fokus dalam upaya swasembada pangan.
Sampai dengan tahun 2013, luasan areal sawah di Kabupaten Bogor mencapai 45.214 hektar. Bila sampai 2018 mendatang, luasan ini tetap dijhaga, maka kebutuhan padi unggul bersertifikat bisa mencapai 1.130,35 ton. “Kita sih berharap bisa memenuhi secara bertahap hasil produksi lokal sebanyak 1.194 ton, setara dengan 380 hektar penangkaran padi,” ungkapnya.
Sampai dengan tahun 2013, luasan areal sawah di Kabupaten Bogor mencapai 45.214 hektar. Bila sampai 2018 mendatang, luasan ini tetap dijhaga, maka kebutuhan padi unggul bersertifikat bisa mencapai 1.130,35 ton. “Kita sih berharap bisa memenuhi secara bertahap hasil produksi lokal sebanyak 1.194 ton, setara dengan 380 hektar penangkaran padi,” ungkapnya.
Pemkab Bogor akan mengambil langkah
fasilitasi swasembada diantaranya pengembangan penangkar benih padi, pengadaan
alat pasca panen, serta hibah penangkar benih padi. Tahun 2014, total produksi
benih padi mencapai 107,50 ton atau sekitar 94,30 persen dari target
Nama Lengkap : Hj. Nurhayanti, SH., MH., M.Si.
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor 26 Oktober 1955
Nama Suami : H. D. Darwin Sarmedi
Nama Anak : 1. Noor Aldy Firmansyah
2. Andri Adryansyah
Alamat : Jalan Rahayu, No. 1, RT 001/ RW 009,
Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas,
Kabupaten Bogor
Pendidikan :
• SD Negeri 6 Bogor (1967)
• SMP Negeri 2 Bogor (1970)
• SMEA Negeri Bogor (1973)
• S1 Hukum Pidana Universitas Pakuan (1991)
• S2 Managemen STIE/IPWI (1997)
• S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2000)
Karir :
• Pjs Kasubag Perundang-undangan pada Setda Kabupaten Bogor (1984)
• Kasubag Perundang-undangan dan Penelaahan Hukum (1990)
• Pj. Kabag Hukum pada Setda Kabupaten Bogor (1993)
• Pj. Kabag Keuangan pada Setda Kabupaten Bogor (1995)
• Kabag Perekonomian pada Setda Kabupaten Bogor (1999)
• Pj. Kepala Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor (2000)
• Kasubdin Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2001)
• Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2002)
• Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2005)
• Kepala Badan Pengawasan Daerah (2007)
• Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor (2009)
• Wakil Bupati Bogor (2013)
• Plt Bupati Bogor (2014)
• Bupati Bogor (Maret 2015





Tidak ada komentar:
Posting Komentar