Senin, 16 Maret 2015

Gubernur Lantik Nurhayanti Jadi Bupati Bogor

           Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher)                                                  melantik Nurhayati  menjadi Bupati Bogor


















































—“ Sejarah terukir di Kabupaten Bogor. Untuk kali pertama, seorang srikandi asal Jasinga memimpin kabupaten dengan penduduk terbesar di Jawa Barat. Hj. Nurhayanti, di gedung Sate Bandung hari ini pukul 10.00 WIB diambil sumpahnya oleh Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai Bupati Bogor”

 BANDUNG,PAJAR— Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik Nurhayati (sebelumnya Plt Bupati Bogor) menjadi Bupati Bogor sisa masa jabatan tahun 2013-2018, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin (16/3/2015).

Pelantikan Nurhayati didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Dalam Negeri Nomor 131.32-526 Tahun 2015 tanggal 10 Maret 2015 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Bogor Provinsi Jawa Barat.Ahmad Heryawan atau Aher berharap dengan jabatan baru tersebut Nurhayati dapat membawa Kabupaten Bogor menghadapi persaingan sumber daya manusianya di era globalisasi saat ini.

"Saya kira prioritasnya tetap, ke depan bagaimana pun persaingan regional dan global adalah persaingan SDM. Jadi untuk Jabar dan Kabupaten Bogor tetap pendidikan, kesehatan harus kita dahulukan SDM," katanya.

Dikatakan, jika sumber daya manusianya telah sehat dan terdidik maka akan berdampak positif pada daya beli masyarakatnya."Unesco pernah merilis sebuah survei jadi kalau kemudian disatukan pengaruh pendidikan dan kesehatan untuk daya beli maka indeks pendidikan dan kesehatan bisa mencapai 0,98, hampir satu. Indeks tertinggi satu," kata Aher.Selain hal tersebut, lanjut Aher, pihaknya juga berharap Nurhayati bisa membangunan sektor infrastruktur, pertanian dan industri di wilayah tersebut menjadi lebih maju lagi.

"Tekanan di bidang industri karena Kabupaten Bogor daerah industri. Supaya industrinya ramah lingkungan bermanfaat bagi masyarakat.”"Saya telah melaksanakan sebagai Plt Bupati Bogor, kita tetap mengawal sesuai visi bersama yang sudah kita tetapkan dengan pak Rachmat Yasin. Jadi Mudah-mudahan seluruh program bisa tercapai di 2018 nanti," katanya.


Dirinya menyebut beberapa program yang akan dikerjakan selama menjabat sebagai Bupati Bogor dan program paling utama ialah menjadikan kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia."Untuk merealisasikan itu tentu?indeks kesehatan dan indeks pendidikan yang paling prioritas. Itu harus ditingkatkan. Termasuk indeks daya beli danmeningkatkan sumber daya manusia sesuai dengan kemampuannya," ujarnya.

Dikatakan, selama tidak ada Rachmat Yasin, dirinya menyebut pelayanan terus berjalan dengan baik dan tidak bekerja sendiri."Karena selain dibantu oleh pihak terkait kami juga terus menjalin koordinasi dengan pengusaha , elemen masyarakat seperti tokoh agama, pemuda, LSM tokoh perempuan. Kita lakukan sinergi bersama untuk mengawal kinerja pemerintah," tambah Nurhayati.



Wanita asal Jasinga yang terkenal dengan slogannya On The Track yang akrab disapa Yanti ini selalu mengingatkan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bogor untuk bekerja di dalam jalur yang benar (On The Track). "Saya selalu mengatakan agar semua SKPD bekerja sesuai aturan untuk menghindari adanya persoalan hukum di kemudian hari," kata Yanti kepada wartawan dalam berbagai kesempatan. Kini, setelah dilantik, Bupati Yanti dihadapkan pada kenyataan untuk mewujudkan visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Wawan Setiawan Haryono menjelaskan, setiap tahunnya, Pemkab membuat target yang terencana sehingga visi Kabupaten Bogor dapat diimplementasikan
“Insya Allah, semua yang ditarget dalam penciri bisa dicapai akhir masa jabatan nantinya. Kami dari bidang ekonomi khususnya terus berkoordinasi dengan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah-red.) untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku, Kabupaten Bogor sudah termasuk tertinggi di Indonesia. Pada kondisi awal 2013, baru mencapai Rp 109, 670 triliun. Namun pada 2014 mengalami peningkatan, menjadi sebesar Rp 123,554 trilyun.

“Hal ini menjadikan Kabupaten Bogor masuk dalam peringkat 5 nasional. Untuk Jawa Barat, kita posisi kedua setelah Kabupaten Bekasi. Dan secara target pada tahun lalu, tepatnya kita ingin target PDRB di posisi 110 sampai 130 trilyun berhasil diraih. Tinggal tahun 2015 kita naikknya berada di kisaran 110 hingga 140 trilyun,” jelas Wawan.

Pada posisi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), saat ini, Kabupaten Bogor sudah melebihi provinsi dan nasional. “Sebenarnya targetnya di akhir 2018 sudah melebihi LPE provinsi Jawa Barat dan nasional. Namun per tahun 2014, kita sudah lebih tinggi dibanding nasional dan provinsi,” ungkapnya.

Tahun lalu, LPE Kabupaten Bogor sebesar 6,01 persen. Sementara LPE Jawa Barat sebesar 5,07 persen dan nasional 5,02 persen. Selain itu, Kabupaten Bogor juga patut diacungi jempol untuk capaian penyediaan listrik perdesaan. Tahun 2014, Rasio Elektrifikasi (RE) Kabupaten Bogor mencapai 91,04 persen. Angka ini berada di atas Jawa Barat sebesar 75 persen dan RE nasional yang masih 65 persen.
Dengan capaian ini, kata Wawan lagi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.014.350 Sambungan Rumah (SR) sudah teraliri listrik. Dan sisnyanya tinggal 99.873 SR yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah-red.) untuk dituntaskan.

Selanjutnya, dari target pelayanan perizinan berstandar ISO, Kabupaten Bogor sudah memcapai 28 izin yang berstandar mutu internasional. Tahun 2015, Pemkab menargetkan 30 jenis perizinan yang diupayakan untuk ditingkatkan standar perizinannya. Pemkab juga mengupayakan terbangunnya pasar di setiap kecamatan.

Hingga 2013 telah dibangun 24 pasar tradisional di 23 kecamatan dan 41 pasar desa di 24 kecamatan. Dengan demikian, 17 kecamatan belum memiliki pasar tradisional dan 16 kecamatan lainnya belum memiliki pasar desa. “Kalau secara keseluruhan masih terdapat 5 kecamatan lagi yang belum memiliki pasar tradisional maupun pasar desa,” sambungnya.

Kecamatan tersebut diantaranya Babakan Madang, Cijeruk, Kemang, Leuwisadeng, dan Tamansari. “Kita sedang usulkan untuk dibuatkan DED (Detail Engineering Design-red.),” ungkapnya. Pada kunjungan wisata, pada tahun 2014 lalu, jumlah kunjungan wisata tercatat 4.321.065 orang. Angka ini akan ditingkatkan pada tahun 2015 menjadi 4.991.407 wisatawan.

Pada sisi perikanan, Kabupaten Bogor pada tahun 2014 juga telah melewati target yang ditetapkan. Pada posisi produksi benih lele, Kabupaten Bogor menyumbang 1.755.826.300 ekor. “Kita menjadi penyumbang terbesar untuk produksi benih lele di Jawa Barat yang totalnya mencapai 4.027.318.040 ekor,” jelasnya.

Dari sisi benih ikan lele, Kabupaten Bogor mampu menghasilkan 233.261 RE (Ribu Ekor) dan prodiksi nebih ikan air tawar sebesar 2.980.010 RE. Sehingga bila ditotal produksi benih ikan mencapai 3.213.271 RE. “Kita berhasil mencapai 104,17 persen dari target 2014,” ucap Wawan.
Ada sejumlah kecamatan yang difokuskan untuk pengembangan benih ikan hias dan ikan air tawar, diantaranya Ciseeng, Parung, Kemang dan Gunung Sindur (Minapolitan), Cibinong, Bojonggede, Ciawi, Cibungbulang, Dramaga, Pamijahan dan Rumpin. Dilanjutkan Wawan, pengembangan pertanian menjadi salah satu fokus dalam upaya swasembada pangan.
Sampai dengan tahun 2013, luasan areal sawah di Kabupaten Bogor mencapai 45.214 hektar. Bila sampai 2018 mendatang, luasan ini tetap dijhaga, maka kebutuhan padi unggul bersertifikat bisa mencapai 1.130,35 ton. “Kita sih berharap bisa memenuhi secara bertahap hasil produksi lokal sebanyak 1.194 ton, setara dengan 380 hektar penangkaran padi,” ungkapnya. 

Pemkab Bogor akan mengambil langkah fasilitasi swasembada diantaranya pengembangan penangkar benih padi, pengadaan alat pasca panen, serta hibah penangkar benih padi. Tahun 2014, total produksi benih padi mencapai 107,50 ton atau sekitar 94,30 persen dari target

Biodata
Nama Lengkap : Hj. Nurhayanti, SH., MH., M.Si.
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor 26 Oktober 1955
Nama Suami : H. D. Darwin Sarmedi
Nama Anak : 1. Noor Aldy Firmansyah
2. Andri Adryansyah
Alamat : Jalan Rahayu, No. 1, RT 001/ RW 009,
Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas,
Kabupaten Bogor
Pendidikan :
• SD Negeri 6 Bogor (1967)
• SMP Negeri 2 Bogor (1970)
• SMEA Negeri Bogor (1973)
• S1 Hukum Pidana Universitas Pakuan (1991)
• S2 Managemen STIE/IPWI (1997)
• S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2000)
Karir :
• Pjs Kasubag Perundang-undangan pada Setda Kabupaten Bogor (1984)
• Kasubag Perundang-undangan dan Penelaahan Hukum (1990)
• Pj. Kabag Hukum pada Setda Kabupaten Bogor (1993)
• Pj. Kabag Keuangan pada Setda Kabupaten Bogor (1995)
• Kabag Perekonomian pada Setda Kabupaten Bogor (1999)
• Pj. Kepala Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor (2000)
• Kasubdin Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2001)
• Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2002)
• Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor (2005)
• Kepala Badan Pengawasan Daerah (2007)
• Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor (2009)
• Wakil Bupati Bogor (2013)
• Plt Bupati Bogor (2014)
• Bupati Bogor (Maret 2015


 
 Optimis 25 Penciri Termaju Terwujud, Siap Kawal 25 Penciri

Adang Suptandar
Sekda Kabupaten Bogor
                        
Kami atas nama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor mengucapkan selamat atas pelantikan Bu Nurhayanti sebagai Bupati Bogor sisa masa jabatan 2013-2018. Ini merupakan pekerjaan berat dan tanpa ada keinginan kuat tentu mustahil diwujudkan. Saya sebagai koordinator semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mengawal agar apa yang dicita-citakan bisa terwujud melalui 25 penciri kabupaten termaju. Dan tentunya OPD sudah punya tugas pokok dan fungsi masing-masing yang sudah direncanakan sejak awal untuk dilaksanakan dan tetap dilakukan evaluasi.



Bangga Dipimpin Perempuan


Baehaki


Saya sebagai salah seorang camat merasa bangga bahwa pemimpin kita adalah seorang perempuan dan bisa melanjutkan kepemimpinan Bapak Rachmat Yasin. Apalagi, Bu Yanti adalah birokrat murni. Kami bangga tentu dan akan mendorong melalui implementasi program yang baik di lapangan supaya penciri termaju bisa diwujudkan.


 

Saya Yakin Ibu Yanti Bisa

Ade Munawaroh Yasin

 
Saya ucapkan selamat kepada Bu Nurhayanti sudah menjadi Bupati definitif dalam memimpin Kabupaten Bogor. Saya rasa beliau mampu memimpin karena selama 30 tahun hidupnya mengabdi di Kabupaten Bogor sebagai birokrat.
Saya juga berpikir siapapun wakilnya nanti, baik perempuan, tentu baik. Gak ada yang membedakan pria dan wanita. Hanya pada kodrat-nya saja yang berbeda. Insya Allah, akan bermanfaat bagi pembangunan. Yang penting mau dan bisa bekerja.


Semua Stakeholders Harus Mendukung 

Radjab Tampubolon
Yang pertama kita ucapkan selamat kepada Ibu Nurhayanti atas pelantikannya mengisi sisa masa jabatan Bupati Bogor hingga 2018 mendatang. Kita berdoa dan memberikan harapan agar beliau kuat, sehat dan konsisten membangun Kabupaten Bogor, kita dari BUMD khususnya Prayoga Pertambangan dan Energi akan selalu berada bersama Beliau mengembangkan potensi dan menyediakan infrastruktur dasar untuk pembangunan Kabupaten Bogor.
Kita juga yakin dengan kepemimpinan Bu Yanti dan dibantu aparat pemerintah, masyarakat, media, LSM dan akademisi, khususnya pengusaha, bisa bahu-membahu membantu beliau membangun kabupaten ini sehingga cita-cita menjadikan kabupaten termaju bisa tercapai. Pokoknya semua Stakeholders harus mendukung beliau
Kita berharap semua dinas juga bisa bahu-membahu, jangan menunggu perintah, miliki kreatifitas bangun masing-masing sektor dan koordinasi karena ini menjadi tugas besar dan berat. Bu Yanti perlu dibantu oleh wakil bupati dan mudah-mudahan beliau bisa temukan wakil yang selaras yang yakin bisa sevisi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar