PAJAR, Ciampea: Praktek Mahar dari calon kepala
daerah kepada Partai Politik diindikasikan akan terjadinya banyak kasus
korupsi yang akan menjerat kepala daerah setelah terpilih dan mendorongnya
mencari cara agar balik modal.
“Fenomena
banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus hukumitu kan di sebabkan biaya
politik dan kampanye mereka yang melalui batas kewajaran.,"
Ujar MA Rojak mantan Ketua
PAC PDI Perjuangan Kecamatan
Ciampea.
Lebih lanjut Rojak
memgatakan Ketika dana kampanye melampaui batas kewajaran yang
begitu besar, Maka tak heran jika kepala daerah yang terpilih kejar setoran
mencari uang dengan berbagai cara agar kembali modal, Bukan kah sebaiknya
setiap partai mempunyai kader yang dibentuk dan di bina oleh partai dan di
seleksi internal partai sehingga setiap partai akan mempunyai calonnya dan
tidak ada biaya mahar yang selama ini membentuk kepala daerah mengejar setoran
“tegasnya
Menurut MA Rojak digelarnya Pilkada serentak di tahun 2015 ini adalah agar
tercipta pemimpin pemimpin daerah yang lebih baik dari sebelumnya, Maka proses
pencalonnanya pun harus lebih baik pula
Salahsatu tujuan pilkada serentak ini ingin melahirkan kepala daerah yang
Integritas,Komitmen tinggi untuk membuat daerahnya maju dan yang paling penting
mempunyai integritas hal hal yang diluar masalah hukam “tandasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar